ketika halal haram tersamarkan

tulisan ini disunting dari http://shalihah.blogspot.com/2009_05_01_archive.html

Bismillah…

Sabtu, 2 Mei 2009 lalu saya bersama teman – teman melakukan kunjungan ke LP POM MUI Provinsi DIY. Kami ditemui oleh Bapak Nanung Danar Dono; sekretaris eksekutif LP POM MUI DIY, sekaligus dosen fakultas peternakan UGM. Beliau menjelaskan bahwa saat ini, di negeri Muslim terbesar bernama Indonesia ini ternyata masih banyak beredar kosmetika, obat – obatan, dan makanan yang layak diragukan kehalalannya, bahkan haram.

Titik kritis pencemaran bahan haram pada kosmetik antara lain:
1. Ekstrak Plasenta
Plasenta adalah selaput pembungkus janin dalam kandungan (rahim) ibu sebagai penjamin gizi pada janini, dll. Secara klinis, plasenta dipercaya dapat mencegah penuaan kulit serta mampu meremajakan kulit yang telah keriput, menghaluskan, melembabkan, dan membuat kulit nampak segar sebagaimana layaknya bayi.Plasenta ini biasa digunakan dalam produk hand and body lotion. Memang plasenta dapat diperoleh dari binatang yang halal dikonsumsi (dan oleh karenanya juga halal dimanfaatkan sebagai kosmetik), tetapi dalam dunia kosmetik, plasenta yang dianggap memiliki kualitas terbaik adalah plasenta manusia, pada grade selanjutnya adalah plasenta babi dan dua jenis plasenta itulah yang paling sering digunakan dalam dunia kosmetik. Beberapa merek yang telah terbukti menggunakan plasenta manusia atau plasenta bayi antara lain La Tulipe, St. Yves, Musk by Alyssa Ashley, Snow White Lily, Bioplacenton, dll. Bahkan menurut sumber dari LPPOM MUI ada salah satu merek yang terbukti menggunakan plasenta manusia.

2. Cairan Amnion
Yaitu cairan ketuban (yang berada di sekitar janin dalam kandungan), berfungsi melindungi janin dari benturan fisik, pelicin (lubricant) pada proses persalinan. Dipercaya dapat membantu melembabkan, melembutkan, serta menghaluskan kulit (mirip dengan khasiat plasenta). Biasa dipakai dalam pembuatan pelembab, lotion rambut, shampoo, serta berbagai produk perawatan kulit dan kepala lainnya. Sumbers cairan amnion biasanya dari babi atau sapi.

3. Glycerine / Gliserol
Yaitu turunan lemak yang diperoleh dari hasil samping dalam pembuatan sabun. Berkhasiat untuk membantu melembabkan, melembutkan, serta menghaluskan kulit. Dipakai dalam produk hand and body lotion, sabun manddi, pelembab, krim, lipstick, lip glose, dll. Tidak semua gliserin haram karen gliserin dapat diperoleh dari lemak hewani (misalnya sapi, babi,dll) dan minyak nabati (misalnya kelapa sawit). Gliserin yang berasal dari minyak nabati atau dari sapi insya ALLAH halal dimanfaatkan.

4. Kolagen
Yaitu protein jaringan ikat yang liat dan bening kekuningan, bila terpapar pana akan mencair menjadi cairan yang agak kental seperti lem, tidak larut dalam air dan mampu menahan air. Kolagen sangat penting untuk proses pertumbuhan sel, sehingga sangat penting untuk proses regenerassi sel, menjaga kelenturan kulit, serta mencegah keriput. Biasa dipakai dalam hand and body lotion, dan pelembab. Dalam dunia industri kosmetik, kolagen biasa diperoleh dari hewani (misalnya sapi dan babi) atau manusia. Merek yang terbukti menggunakan kolagen dari sumber yang haram misalnya La Tulipe Collagen Lotion.

5. Vitamin
Diyakini mampu mensuplai kebutuhan gizi bagi kulit. Biasa digunakan dalam banyak produk kosmetik. Permasalahannya bukan pada zat vitaminnya sendiri tetapi karena vitamin bersifat tidak stabil sehingga harus distabilkan dengan bahan pelapis (coating agent). Coating agent yang biasa dipakai antara lain gelatin (yaitu protein hasil hidrolisis jaringan kolagen tulang atau kulit binatang), karagenan, gum, atau pati termodifikasi. Titik keharamannya adalah jika coating agent yang digunakan berasal dari gelatin babi.

6. Hormon
Hormon yang biasa dipakai dalam produk kosmetika antara lain esstrogen, ekstrak timus, dan hormon melantonin. Dipercaya mampu memberikan efek tampak lebih muda, cantik, segar, ceria, serta memberikan kulit yang lembut seperti kulit bayi. Semua hormon tersebut merupakan animal origin hormone. Harus dipastikan bahwa hormon yang digunakan berasal dari hewan yang halal. Hormon banyak dipakai dalam produk parfume dan lotion.

7. Asam Alfa Hidroksi (AHA)
Yaitu suatu senyawa kimia yang sangat berguna untuk mengurangi keriput dan memperbaiki tekstur kulit. Dipercaya berkhasiat untuk membuat kulit terasa lebih halus, kenyal dan mantap. Dalam pembuatan AHA, digunakan media yang berasal dari hewan. AHA menjadi haram digunakan jika dalam pembuatannya menggunakan media berupa hewan yang diharamkan.

Tak berbeda jauh dengan kosmetik, obat – obatan pun tak terlepas dari intaian bahan – bahan haram. Titik keharaman tersebut antara lain:

1. Gelatin
Yaitu suatu protein yang dihasilkan dari proses hidrolisis parsial jaringan kolagen dari kulit, jaringan ikat putih dan tulang hewan. Dalam dunia farmasi, gelatin biasa dimanfaatkan sebagai bahan pembungkus (cangkang kapsul), serta emulgator makanan (permen dan coklat). Gelatin dapat diperoleh dari kuda, sapi, ayam, babi atau yang lainnya tetapi dalam industri, yang paling sering digunakan (lebih dari 50%) adalah gelatin babi karena memiliki tingkat elastisitas yang paling tinggi, mudah penanganannya, serta biaya produksi yang murah (karena dalam satu kali melahirkan babi dapat melahirkan lebih banyak anak dari pada hewan lainnya).

2. Khamr
Khamr yaitu segala sesuatu yang bersifat memabukkan / menutup akal (mengandung methanol dan ethanol (biasa disebut sebagai alkohol), narkotika, atau psikotropika). Dalam dunia farmasi biasa digunakan sebagai pelarut, penyegar, atau pengaroma. Penggunaan khamr bukan tanpa efek samping, khamr dapat merusak akal, merusak sistem saraf, bahkan di dalam tubuh alkohol dapat membentuk formaldehide (formalin) sehingga menyebabkan sirosis hati.

Sungguh, Maha Mengetahui ALLAH yang telah mengharamkan khamr dalam firman – NYA ”Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah ’Pada keduanya itu terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya’…” (TQS. Al Baqarah : 219). Apa pun yang diharamkan ALLAH pasti membawa keburukan yang lebih besar dari pada manfaatnya.

Beberapa obat yang trbukti mengandung khamr antara lain OBH Dryl, OBH Combi, Bisolvon, Woods Expectorant, Actifed plus (kemasan hijau atau merah), Vicks Formula 44 DT, Vicks Formula 44 (mengandung 10,5% ethanol), Tonikum Bayer (250 mg ethanol per 5 ml), dll. Sedangkan obat – obat yang dinyatakan tidak mengandung khamr antara lain Laserin, Ikadril, Antangin Herbal, dan Nellco Special (2 merek yang desebut terkhir bahkan telah mendapatkan sertifukasi halal dari LP POM MUI).

3.Plasenta
Dipercaya mengandung hormon yang menstimulasi aktivitas kelenjar susu (kelenjar mammae) sehingga dapat memaksimalkan produksi ASI dan dapat mengobati luka bakar.

Beginilah hidup di bawah cengkeraman Kapitalisme. Ketika iptek, industri – industri besar, dan pembuat kebijakan publik dikuasai oleh para Kapitalis yang umumnya Sekuler, yang meskipun ia Muslim tidak peduli dengan halal dan haram. Ketika orang – orang yang menguasai ilmu agama, lebih banyak yang menenggelamkan diri dalam masjid dan mimbar. Ketika banyak kaum Muslimin yang beranggapan ”Biarkanlah aku menekuni ilmu agama. Jangan ganggu aku dengan ilmu – ilmu ’duniawi’. Politik, ekonomi, pemerintahan, kedokteran,dll itu bukan urusanku. Aku tidak peduli. Serahkan saja urusan itu pada ’ahli dunia’ untuk mengurusinya!” atau sebaliknya ”Biarkanlah aku menekuni ilmu kesehatan. Jangan ganggu aku dengan urusan agama. Agana itu urusan Pak Kyai, bukan urusanku!”. Akhirnya untuk sekadar hidup bersih, sehat, dan terbebas dari zat – zat haram pun terasa sangat sulit. Ketika kita ingin badan kita bersih, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa banyak sabun dan shampoo yang mengandung gelatin babi, atau khamr. Dan itu tersamar, kita tidak tahu merek yang mana yang mengandung zat haram itu. Ketika kita sakit, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa sebagian besar obat jadi mengandung khamr atau gelatin babi. Meski memang berobat dengan benda najis atau haram tidak sampai dihukumi sebagai perbuatan haram tetapi sebagai seorang Muslim bukankah kita ingin tubuh kita terbebas dari benda haram dan najis? Bahkan ketika menyusui adalah sebuah kebanggaan dan ladang pahala bagi seorang Muslimah, saudari – saudari kita yang memiliki masalah dengan produktivitas kelenjar mammae-nya harus dihadapkan pada kenyataan bahwa sedikit obat pelancar ASI yang halal. Ketika kita mencoba untuk mencari obat yang alami, kita tak memiliki cukup lahan untuk menanam berbagai jenis tanaman obat, atau untuk beternak binatang – binatang yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan.

Seruan untuk Saudara – Saudariku (dan untuk diriku sendiri terutama):
Jangan pernah mendikotomikan ilmu agama dan ilmu dunia. Keduanya saling melengkapi.
ALLAH… Sadarkanlah aku jika suatu ketika aku tenggelam dalam kuliahku dan melupakan ilmu agama. Jika itu terjadi padaku, sadarkanlah aku bahwa aku seorang Muslimah yang harus senantiasa terikat pada aturan – MU, Ya ALLAH…. Jika ketika tiba saatnya memilih KAU memilihkan untukku bidang ilmu yang berbasis product oriented, maka tanamkanlah tekad dalam hatiku bahwa apa pun produk yang aku hasilkan haruslah produk yang halal dan aman.Jika KAU memilihkan untukku bidang ilmu yang berbasis patient oriented, maka sadarkanlah aku setiap saat bahwa solusi apa pun yang aku tawarkan kepada mereka adalah solusi yang ENGKAU ridhai.

ALLAH… Sadarkanlah aku jika suatu saat aku tenggelam dalam ilmu agama semata dan melupakan kuliahku. Jika itu terjadi padaku, sadarkanlah aku bahwa aku adalah seorang Muslimah, bahwa aku beragama Islam, bahwa Islam tidak mengenal kerahiban. Sadarkanlah aku bahwa seorang Muslimah pun wajib untuk turut menyelesaikan masalah ummat jika ia mampu. Sadarkanlah aku bahwa Muslim yang kuat lebih ENGKAU cintai dari pada Muslim yang lemah. Sadarkanlah aku bahwa ketika kelak Khilafah yang KAU janjikan telah berdiri kembali pun, Khilafah membutuhkan orang – orang yang ahli di bidang ilmu yang diajarkan dalam kuliahku untuk mengokohkan tubuh Khilafah.

Dan semoga aku menjadi bagian dari orang – orang yang mengokohkan tubuh Khilafah jika kelak ia telah berdiri kembali sesuai janji yang telah ENGKAU sampaikan melalui lisan Rasul – MU yang mulia, yang terbebas dari kata – kata dusta.
Aamiin…

Tengah hari yang terik di ujung Kaliurang
25 Jumadil Awwal 1430 H
Wednesday, May 20, 2009
11.54

Reference:
Al Quran
Materi Kuliah Farmasetika
Materi Kuliah Kimia Organik
Materi Presentasi dari LP POM MUI Provinsi DIY
Farmakope Indonesia Edisi IV

posted by K. Kurniasih @ 9:42 PM

Advertisements
Posted in Uncategorized | 1 Comment

Ayo ikuti Rasulullah

Rasulullah adalah suri Tauladan kita semua. Sudah sepatutnya kita untuk mencontoh sifat-sifat yang dimiliki Rasulullah.

*
Kalau ada pakaian yang koyak,
Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya.
Beliau juga memerah susu kambing
untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.
Setiap kali pulang ke rumah,
bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan,
sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya
untuk membantu isterinya di dapur.

*
Sayidatina ‘Aisyah menceritakan:
”Kalau Nabi berada di rumah,
beliau selalu membantu urusan rumahtangga.
Jika mendengar azan,
beliau cepat-cepat berangkat ke masjid,
dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang.”

*
Pernah baginda pulang pada waktu pagi.
Tentulah baginda amat lapar waktu itu.
Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan.
Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya,
“Belum ada sarapan ya Khumaira?”
(Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan’)
Aisyah menjawab dengan agak serba salah,
“Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.”
Rasulullah lantas berkata,
”Kalau begitu aku puasa saja hari ini.”
tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

*
Pernah baginda bersabda,
“sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.”
Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai
kepala keluarga.

*
Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu
langsung bertanya setelah selesai bersembahyang :
“Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?”
“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar”
“Ya Rasulullah… mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh,
kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan?
Kami yakin engkau sedang sakit…”
desak Umar penuh cemas.
Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.
“Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?”
Lalu baginda menjawab dengan lembut,
”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?” “Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

*
Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt
dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw
menolak sama sekali rasa ketuanan.
Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH
tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain,
ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.
Ketika pintu Syurga telah terbuka,
seluas-luasnya untuk baginda,
baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari,
terus-menerus beribadah,
hingga pernah baginda terjatuh,
lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak.
Fisiknya sudah tidak mampu menanggung
kemauan jiwanya yang tinggi.

*
Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah,
“Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?”
Jawab baginda dengan lunak,
“Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”

Rasulullah s. a. w. bersabda,

“Sampaikan pesanku walau sepotong

ayat”

Lebih lanjut tentang: Nabi Muhammad saw. adalah Suri Tauladan Yang Baik

Posted in Uncategorized | Leave a comment

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) XL DALAM PROGRAM INDONESIA MENGAJAR ADALAH SEBUAH INVESTASI CERDAS [Oleh : Dewi Anggraeni]

[Tulisan ini diikutkan dalam Lomba XL Award 2010]
Penulis : Dewi Anggraeni [Taiwan, 25 Desember 2010]

Pendidikan bangsa merupakan tanggung jawab kita semua, siapapun kita, berlatang belakang apapun kita, apapun pekerjaan kita, minimal rasa memilki dan tanggungajawab pada pendidikan merupakan bukti besarnya suatu bangsa. Tanggung jawab pendidikan adalah sebuah ekspresi akan misi hidup seseorang untuk membangun kehidupan dan lingkungan yang lebih baik. Semakin banyak yang kita lakaukan untuk dunia pendidikan, semain banyak kesempatan kita untuk belajar banyak dari kehidupan, karena pada dasarnya kesempatan itu adalah sebuah kesempatan untuk memperkaya diri, berkarya dan meningkatkan nilai pada peran seorang manusia dalam kehidupan ini.
Pendidikan adalah hak bagi setiap orang, dan juga tanggung jawab untuk setiap orang. Itu artinya, dalam pendidikan, seharusnya muncul semangat untuk saling memberi, belajar dan mengajar, dididik dan mendidik, tentu saja memberikan yang terbaik untuk lingkungan dan sesama sebagai sebuah tekad untuk mengabdi dan berkarya dalam kehidupan. Hal itu akan menghaslkan, tidak hanya sebuah hasil pendidikan dalam bentuk sumber daya–sumber daya yang berdaya saing tinggi, tapi sumber daya yang mampu menghidupkan semangat, menggerakkan orang lain untuk selau berkarya, serta menghidupkan tanggung jawab bersama terhadap kualitas bangsa kita.
Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa, tak terkecuali yang bearad di pelosok negri dan jauh dari pusat Negara ini. Masih banyak sekali anak negeri yang tidak tersentuh oleh pelayanan pendidikan yang layak, padahal mereka adalah mata harapan yang memeiliki cita-cita tinggi untuk bangsa ini, berniat tulus untuk membangun bangsa ini, penuh asa dan cita-cita untuk berkarya. Marilah kita beri ruang dan kesempatan pada mereka untuk terus mengembangkan asa, berkarya dan membangun bangsa ini. Mereka adalah masa depan bangsa, calon-calon pemimpin yang harus benar-benar siap mengenal bangsanya, arif dan bijaksana dalam menjadi seorang pemimpin.
Pendidikan adalah tangungjawab kita bersama. Sebuah kepedulian untuk menyebarakan asa akan kehidupan yang lebih baik, pendidikan seharusnya memiliki misi untuk memperbaiki sikap, tanggung jawab, dan juga perilaku para pelaku pendidikan. Pendidikan yang berhasil seharusnya mampu menumbuhkan suatu tanggung jawab sosial. Pendidikan dikatakan berhasil jika kita telah mampu membangun masyarakat menjadi masyarakat yang beradab, bertanggung jawab, dan tidak saling bersaing mengutamakan kepentingan pribadi.
Apa yang tertuang dalam undang-undang dasar Negara kita, yang mencerminkan sebuah cita-cita luhur para pendiri negeri ini, adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Yang perlu kita telaah, bagaimana bentuk pendidikan cerdas tersebut? Pendidikan yang mengarah pada perkembangan teknologi dan pendidikan yang membangun jiwa bangsa ini menjadi jiwa yang bertanggung jawab terhadap setiap apa yang dilakukan, pendidikan yang membangun jiwa kepedulian minimal terhadap lingkungan sekitar dan sesamanya, pendidikan yang ingin membangun sebuah sistem sehat yang tidak saling beradu mengutamakan kepentingan pribadi, itulah yang mungkin kita lupa selama ini, nafas pendidikan yang telah menguap dari negeri ini.
Terminology pendidikan kita sering rancu dengan pendidikan di luar negeri. Sering kita berkiblat bahwa pendidikan memiliki fungsi utama transfer ilmu pengetahuan, seperti yang terjadi di berbgai negara maju di luar negeri. Padahal nilai-nilai tatanan budaya ketimuran yang berbalut tingginya nilai agama di negeri ini, tidak hanya membatasi pendidikan sebagai media transfer ilmu saja. Banyak orang yang menilai bawa ini bukanlah tanggungjawab dunia pendidikan.
Justru dengan budaya timur dan nilai-nilai agamis di negeri ini, pendidikan merupakan senjata yang ampuh untuk mencetak generasigenerasi bangsa yang unggul, bertanggung jawab social terhadap lingkungan dan sesama, berdedikasi tinggi, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Yang harus kita pahami adalah bahwa tanggung jawab sosial adalah tanggung jawab moral yang melekat pada setiap diri kita, dan pendidikan adalah sebuah media yang memiliki kesempatan besar untuk mencapai kehausan kita pada perbaikan system di negeri ini. Itulah nafas pendidikan yang seharusnya. Pendidikan, moral, tanggungjawab social, bukanlah hal yang terpisah. Sebagian orang menilai bahwa hal itu tidak menghasilkan nilai eknomis, itu adalah salah besar. Memberikan kesempatan pada anak bangsa, generasi bangsa untuk berkarya dan memupuk langkah membangun negeri melalui pendidikan, moral dan tanggungjawab, adalah sebuah investasi besar di masa datang. Harapan besar bertumpu pada pendidikan kita, membangun sebuah bangsa, sebuah tatanan sosial dan roda kehidupan yang lebih baik.
Sudut pandang dan sikap kita terhadap pendidikan, turut menetukan bagaimana arah pendidikan negeri ini. Pendidikan bukan hanya untuk anak anak pandai dan kaya. Pendidikan adalah sebuah media untuk membantu anak bangsa mengenal dan mengembangkan potensi dirinya. Karena itulah sebuah konsep pembentukan karakter sangat penting dalam dunia pendidikan. Dengan pembentukan karakter, dunia pendidikan akan menghasilkan generasi-generasi bangsa yang unggul dan bertanggung jawab. Pembentukan karakter merupakan suatu upaya untuk membangun jiwa, tanggung jawab, berkarya dan berinovasi, dan semangat untuk menebar asa kepada sesamanya.
Pentingnya pendidikan seharusnya mampu dibidik oleh perusahaan cerdas sekaliber XL. Pemerataan pendidikan memeng belum maksimal di negeri ini, masih banyak anak bangsa yang tak banyak memilki kesempaan mengembangkan kemampuannya. Hal ini seharusnya menjadi tambang emas bagi setiap perusahaan cerdas untuk berlomba-lomba berinventasi pada pendidikan kita, berkontribusi pada dunia pendidikan dan menemukan berjuta-juta anak bangsa yang unggul, serta turut andil dalam mengembangkan bakat-bakat tersebut.
XL menyadari bahwa aset terbesar sebuah bangsa adalah sumber daya yang lahir dari pendidikan yang sehat dan Indonesia adalah Negara yang kaya akan potensi dan sumber daya tersebut . Karena itulah XL berkomitmen untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi langsung dalam pembangunan masyarakat Indonesia melalui program corporate social responsibility-nya. Dengan program khusus ‘Indonesia Berprestasi’ yang telah dicanangkan XL, komitmen membangun pendidikan telah benar-benar ditunjukkan oleh XL. Tulisan ini berupaya untuk menyalurkan suara pendidikan Indonesia dari seluruh pelosok negeri ini, dengan harapan XL dapat turut berkarya dalam proses pemerataan pendidikan Indonesia.
Pemerataan pendidikan adalah sebuah cita-cita besar dan hak bangsa ini. Dengan adanya kesadaran yang tinggi tentang pentingnya pemeraatan pendidikan, akan menjadi peluang yang besar untuk membangun negara dan industri di negara ini. Program ‘Indonesia Mengajar’ yang digagas oleh bapak Anies Baswedan tersebut, merupakan peluang emas untuk XL untuk bergabung dan berinventasi besar dalam hal pendidikan. Dalam program tersebut, Anies Baswedan mengajak para pemimpin muda Indonesia yang telah selesai berkiprah di kampus, untuk terjun ke pelosok-pelosok negeri ini. Menyebarkan harapan, memberikan inspirasi, dan menggantungkan mimpi anak-anak negeri lewat kehadiran para lulusan terbaik universitas ternama. Sebuah program cerdas yang menyadari betapa besarnya potensi anak bangsa ini, dan sekaligus merupakan wujud riil pemahaman pentingnya program pemerataan pendidikan di negeri ini.
Pendidikan bukan hanya untuk anak-anak pintar dan kaya. Justru pendidikan adalah media untuk pembentukan karakter dalam menemukan dan mengembangkan bakat dan potensi diri setiap anak bangsa di negeri. Program Indonesia Mengajar terinspirasi dari langkah yang dilakukan oleh almarhum Prof. Kusnadi Hardjasumantri yang bersama teman-temannya yang memutuskan untuk cuti kuliah dan pergi mengajar ke pelosok-pelosok di tanah air ini. Prof Kusnadi yang merasa lebih beruntung mencoba berbagi ilmu dengan saudara-saudaranya yang tinggal di pelosok. Salah seorang murid yang diajar Prof Kusnadi di Nusa Tenggara Timur yang kemudian bisa kuliah di Universitas Gajah Mada dan bahkan menjadi doktor moneter serta ditunjuk sebagai Gubernur Bank Indonesia adalah Adrianus Moi.
Inisiatif untuk melaksanakan program Indonesia Mengajar merupakan salah satu kontribusi masyarakat yang luar biasa. Kesediaan para sarjana baru untuk mengorbankan waktunya untuk berbagi dengan saudara-saudara mereka yang tinggal di pelosok tanah air merupakan sebuah sumber daya luar biasa yang dimiliki negeri ini. Ini adalah benar-benar wujud nyata sumber daya luar biasa yang dimiliki bangsa ini. Seperti yang diungkapkan oleh penggagas program ini, bapak Anies Baswedan, sejak awal sudah jelas-jelas dinyatakan bahwa program ini akan menempatkan anak-anak muda di pelosok negeri, yang sebagian besar belum terjamah listrik ataupun sinyal telepon selular. Tapi tantangan itu justru dijawab secara kolosal. Ada 1.383 anak muda menyatakan siap untuk jadi guru di daerah terpencil. Anies mengatakan, tujuan utama dari gerakan Indonesia Mengajar ini adalah mengembalikan fungsi pendidikan sebagai instrumen untuk meningkatkan status sosial masyarakat. Gerakan Indonesia Mengajar ini, diharapkan dapat menginspirasi, bukan hanya pemerintah tapi juga semua pihak, industri terutama, untuk berkontribusi banyak dalam dunia pendidikan melalui rangkaian program tanggung jawab perusahaan. Tanggung jawab pendidikan adalah hal yang sangat penting dan mendesak, terutama bagi dunia industri yang menyerap tenaga-tenaga ahli dan handal anak-anak negeri ini. Betapa tidak, seperti yang ditulis oleh Irene Sarwindaningrum, Kompas edisi 4 Juni 2010, statistik pendidikan menunjukan, dari 4,6 juta anak yang mendaftar SD, hanya sekitar 6,5 persen di antaranya yang berhasil lulus perguruan tinggi dengan populasi tertinggi di daerah tingkat ekonomi menengah ke atas. Artinya, kalangan mahasiswa semakin terbatas pada kalangan masyarakat yang mempunyai kemampuan ekonomi.
Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan sebuah wujud cerdasnya perusahaan. Dengan kesengajaan membangun upaya tanggung jawab sosial perusahaan, terhadap pendidikan, perusahaan sebenarnya telah berinvestasi besar, mengembangkan sumber daya masa depan yang bernilai sangat tinggi. Dengan program tanggung jawab sosial perusahaan dalam bidang pendidikan, melalui program Indonesia Mengajar, XL memiliki kesempatan besar mencari dan menemukan bakat-bakat besar seorang pemimpin yang inovatif dan berdaya saing tinggi, serta tentu saja seorang leader yang telah teuji, untuk mengembangkan pangsa pasar XL dengan jalan yang sehat dan cemerlang. Dengan kontribusi terhadap program Indonesia Mengajar, XL dapat menemukan bakat bakat pemimpin handal yang tak segan untuk menyingsikan lengan berkiprah terhadap nasib pemimpin-pemimpin XL di masa yang akan datang. Inilah yang kami sebut sebagai investasi besar, investasi dalam hal membangun sebuah sistem leardership XL yang sehat dan berkelanjutan, sebuah upaya yang sekaligus sangat berjasa berkontribusi besar dalam meningkatkan nilai pendidikan bangsa ini. Bukan hanya inventasi internal bagi keberlanjutan XL, tapi dengan kontribusi terhadap pendidikan negara ini, XL telah berinvetasi pula untuk membangun iklim sistem usaha sehat di bumi pertiwi ini, sehingga persaingan sehat antar perusahaan, telekomunikasi terutama, dapat terwujud yang tentu saja merangsang iklim inovasi teknologi, dan kembali pada sistem usaha teknologi yang inovatif, sehat dan berdaya saing tinggi.

Taiwan, 25 Desember 2010
Bersama XL, kita bangun Pendidikan Indonesia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Woro-woro …….. Pengumuman

Tema:
Peran operator dalam memajukan pendidikan dan perekonomian di daerah pinggiran kota dan pedalaman
• Kategori Umum
1. Materi tulisan yang diikutsertakan dalam lomba pernah dipublikasikan di media cetak/media online/blog dalam kurun waktu antara 1 Juli 2010 – 31 Desember 2010.
2. Materi tulisan berformat features, in-depth reporting (reportase mendalam dan komprehensif), atau opini dan bukan berformat laporan ilmiah.

b. Kriteria Umum (berlaku untuk kategori wartawan dan umum)
1. Materi tulisan harus dikirimkan dengan format file PDF atau MS Word yang diprotect sehingga tidak dapat diedit/diubah dengan disertai bukti pemuatan berupa kliping asli bukan fotocopy (untuk media cetak) atau link website/blog melalui email (untuk media online/blog).
2. Materi tulisan harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia, baik tema umum maupun tema pilihan.
3. Materi tulisan belum pernah diikutsertakan di lomba sejenis yang diselenggarakan XL maupun pihak lain.
4. Setiap peserta bisa mengirimkan maksimal 3 (tiga) tulisan.
Pengiriman Hasil Karya Tulis dan Foto
Pengiriman karya tulis dan foto wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Karya tulis dan foto diterima panitia selambat-lambatnya tanggal 5 Januari 2011.
2. Dalam pengiriman karya tulis dan foto kepada panitia, peserta (baik umum maupun wartawan) wajib:
a. Mengisi Formulir Pendaftaran Peserta yang tersedia di http://www.xl.co.id/xlaward2010/formpendaftaran dan mengirimkan Formulir Pendaftaran Peserta tersebut ke alamat panitia XL Award di bawah ini.
b. Mencantumkan kategori peserta (wartawan atau umum) yang diikuti;
c. Mencantumkan tema khusus yang dipilih;
d. Melampirkan kartu identitas (KTP dan/atau SIM) dan salinan kartu pers atau surat keterangan yang dapat menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah wartawan baik dari media tempat bekerja atau lembaga profesi wartawan tempatnya bergabung (khusus untuk wartawan).
b. Kategori Umum
– Hasil karya tulis dan foto serta bukti pemuatan (pernah dimuat di surat kabar, media online atau blog (dengan menuliskan alamat URL) dikirimkan ke Panitia XL Award 2010 Lomba Karya Tulis dan Foto sebagai berikut:
Panitia XL Award 2010
LUCID Communication
Graha Tirtadi, Lt 3, Jl Raden Saleh Raya No 20, Cikini, Jakarta Pusat
Telp (021) 39835829
Email: XLAward@lucidcomm.com
– Baik untuk pengiriman hasil karya tulis maupun foto, wajib untuk disertai dengan Formulir Pendaftaran Peserta (menggunakan format yang disediakan XL via http://www.xl.co.id/xlaward2010/formpendaftaran.
– Softcopy karya tulis (PDF atau MS Word) dan foto (jpg – maksimum 2 MB) dikirimkan melalui email ke XLAward@lucidcomm.com.
Kategori publikasi melalui Facebook dan Twitter
Ketentuan Umum untuk lomba kategori publikasi melalui Facebook dan Twitter:
• Terbuka bagi semua kelompok usia dan profesi, baik jurnalis maupun masyarakat umum.
• Peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia
• Memiliki account social media di Facebook atau Twitter atau keduanya.
• Setiap peserta hanya diperbolehkan terdaftar atas satu account di Facebook dan/atau Twitter. Jika terbukti mengikutsertakan lebih dari satu account maka panitia berhak mendiskualifikasi peserta
• Peserta bebas mengikuti lomba di Facebook dan Twitter, atau salah satunya saja
• Lomba dimulai sejak 1 Oktober hingga 31 Desember 2010.
• Panitia berhak mendiskualifikasi peserta yang mem-posting informasi yang berbau SARA, terbukti merupakan karya plagiat/bukan hasil buatan sendiri dan mendiskreditkan pesaing.
• Seluruh konten yang dikirim menjadi hak milik XL sebagai dokumentasi maupun kepentingan komersial.
• Juri akan menentukan pemenang dwi-mingguan dan pada akhir periode aktivitas seluruh peserta akan dinilai untuk mendapatkan hadiah utama Rp 10 juta dari XL.
• Pemenang dwi-mingguan diperkenankan untuk mengikuti lomba di minggu berikutnya.
• Pemenang grand prize ditentukan berdasarkan nilai tertinggi selama peserta mengikuti aktifitas baik di Facebook dan/atau Twitter selama tiga bulan, terhitung mulai Oktober 2010 hingga 5 Januari 2011.
• Peserta disarankan untuk mengikuti terus aktifitas lomba selama periode berlangsung agar mendapatkan nilai akumulasi tertinggi.
• Penilaian menjadi hak penuh juri dan penyelenggara dan bersifat tertutup.
• Keputusan juri mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Tidak dilakukan direct message baik melalui Facebook dan Twitter untuk mekanisme dan pengumuman pemenang ini.
Pengumuman Pemenang
1. Pemenang akan diumumkan pada acara XL Award 2010 yang berlangsung sekitar Februari 2011.
2. Pengumuman pemenang juga akan diumumkan secara resmi melalui media cetak dan website XL.
3. Keputusan dewan juri atas pemenang bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Profile in This Year

Anies Baswedan, Ph.D., lahir di Kuningan Jakarta Selatan pada tanggal 7 mei 1969. Beliau merupakan salah satu intelektual muda asal Indonesia yang telah mendapat pengakuan dunia internasional sebagai salah satu intelektual berkelas dunia. Hal ini terbukti dari publikasi Majalah Foreign Policy edisi April 2008. Pada edisi tersebut Anies Baswedan merupakan satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar 100 Intelektual Publid Dunia. Sementara, World Economic Forum, yang berpusat di Davos, memilih Anies Baswedan sebagai salah satu Young Global Leader pada Februari 2009.
Anies baswedan merupakan cucu dari seorang jurnalis dan perintis kemerdekaan yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan RI pada tahun 1946 dan juga anggota konsitute (Dewan Perwakilan Rakyat) yaitu Abdurrachman Baswedan (AR Baswedan). Kedua orang tua Anies adalah dosen, Rasyid Baswedan, ayah Anies, pernah menjadi wakil rector Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Sementara Aliyah Rasyid, ibu Anies, adalah guru besar di Universitas Negeri Yogyakarta.
Anies Baswedan masuk jenjang pendidikan formal diusianya yang menjelang 5 tahun. Anies masuk Taman Kanak-Kanak Mesjid Syuhada di kota Baru Yogyakarta. Kemudian SD Laboratori Yogyakarta pada usia 6-12 tahun. Anies kemudian melanjutkan sekolahnya di SMP Negeri 5 Yogyakarta dan SMA di SMAN 2 Yogyakarta. Anies menjalani masa SMA selama 4 tahun yaitu pada tahun 1985-1989 karena terpilih sebagai peserta dalam program pertukaran pelajar dari AFS Intercultural Programs. Anies mengikuti program ini selama 1 tahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat (1987-1988). Setelah lulus dari SMA, Anies melanjutkan pendidikannya di UGM hingga tahun 1995. Kemudian, Anies mendapatkan beasiswa Fulbright untuk pendidikan Master Bidang International Security and Economic Policy di Universitas Maryland, College Park. Pada tahun 2005, Anies menjadi peserta Gerald Maryanoy Fellow di Depertemen Ilmu Politik di Universitas Northern Illinois dan menyelesaikan disertasinya tentang “Otonomi Daerah dan Pola Demokrasi”.
Sepulang ke Indonesia, Anies bekerja sebagai National Advisor bidang desentralisasi dan otonomi daerah di Partnership for Governance Reform Jakarta (2006-2007). Selain itu pernah juga menjadi peneliti utama di Lembaga Survei Indonesia (2005-2007). Pada tanggal 15 Mei 2007, Anies Baswedan dilantik menjadi rektor Unversitas Paramadina menggantikan posisi yang dulu ditempati oleh cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid, yang merupakan pendiri universitas tersebut. Saat itu Anies berusia 38 tahun dan menjadi rektor termuda di Indonesia.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

pendidikan indonesia adalah sebuah amanah bagi kita pemuda-pemudi yang tak kenal lelah……

ini tulisan Enny…… dengan penuh harapan tentang pulihnya pendidikan indonesia

ditunggu kreasi kita pada wajah pendidikan indonesia……………… Ganbatte!!!!!!!

Pendidikan bangsa merupakan tanggungajawab kita semua, siapapun kita, berlatang belakang apapun kita, apapun pekerjaan kita, minimal rasa memilki dan tanggungajawab pada pendidikan merupakan bukti besarnya suatu bangsa. Tanggungjawab pendidikan adalah sebuah ekspresi akan misi hidup seseorang untuk membangun kehidupan dan lingkungan yang lebih baik. Semakin banyak yang kita lakaukan untuk dunia pendidikan, semain banyak kesempatan kita untuk belajar banyak dari kehidupan, karena pada dasarnya kesempatan itu adalah sebuah kesempatan untuk memperkaya diri, berkarya dan meningkatkan nilai pada peran seorang manusia dalam kehidupan ini.

Pendidikan adalah hak bagi setiap orang, dan juga tanggung jawab untuk setiap orang. Itu artinya, dalam pendidikan, seharusnya muncul semangat untuk saling memberi, belajar dan mengajar, dididik dan mendidik, tentu saja memberikan yang terbaik untuk lingkungan dan sesama sebagai sebuah tekad untuk mengabdi dan berkarya dalam kehidupan. Hal itu akan menghaslkan, tidak hanya sebuah hasil pendidikan dalam bentuk sumber daya – sumber daya yang berdaya saing tinggi, tapi sumber daya yang mampu menghidupkan semangat, menggerakkan orang lain untuk selau berkarya, serta menghidupkan tanggung jawab bersama terhadap kualitas bangsa kita.

Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa, tak terkecuali yang bearad di pelosok negri dan jauh dari pusat Negara ini. Masih banyak sekali anak negeri yang tidak tersentuh oleh pelayanan pendidikan yang layak, padahal mereka adalah mata harapan yang memeiliki cita-cita tinggi untuk bangsa ini, berniat tulus untuk membangun bangsa ini, penuh asa dan cita-cita untuk berkarya. Marilah kita beri ruang dan kesempatan pada mereka untuk terus mengembangkan asa, berkarya dan membangun bangsa ini. Mereka adalah masa depan bangsa, calon-calon pemimpin yang harus benar-benar siap mengenal bangsanya, arif dan bijaksana dalam menjadi seorang pemimpin.

Pendidikan adalah tangungjawab kita bersama. Sebuah kepedulian untuk menyebarakan asa akan kehidupan yang lebih baik, pendidikan seharusnya memiliki misi untuk memperbaiki sikap, tanggungjawab, dan juga perilaku para pelaku pendidikan. Pendidikan yang berhasil seharusnya mampu menumbuhkan suatu tanggung jawab sosial. Pendidikan dikatakan berhasil jika kita telah mampu membangun masyarakat menjadi masyarakat yang beradab, bertanggung jawab, dan tidak saling bersaing mengutamakan kepentingan pribadi.

Apa yang tertuang dalam undang-undang dasar Negara kita, yang mencerminkan sebuah cita-cita luhur para pendiri negeri ini, adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Yang perlu kita telaah, bagaimana bentuk pendidikan cerdas tersebut? Pendidikan yang mengarah pada perkembangan teknologi, tentu saja itu adalah satu hal yang ingin kita capai, namun, masih banyak nilai-nilai pendidikan yang seharusnya lebih kita utamakan, pemdidikan yang mnembangun jiwa bangsa ini menjadi jiwa yang bertanggungjawab terhadap setiap apa yang dilakukan, pendidikan yang membangun jiwa kepedulian minimal terhadap lingkungan sekitar dan sesamanya, pendidikan yang ingin membangun sebuah system sehat yang tidak saling beradu mengutamakan kepentingan pribadi, itulah yang mungkin kita lupa selama ini, nafas pendidikan yang telah menguap dari negeri ini.

Terminology pendidikan kita sering rancu dengan pendidikan di luar negeri. Sering kita berkiblat bahwa pendidikan memiliki fungsi utama transfer ilmu pengetahuan, seperti yang terjadi di berbgai negara maju di luar negeri. Padahal nilai-nilai tatanan budaya ketimuran yang berbalut tingginya nilai agama di negeri ini, tidak hanya membatasi pendidikan sebagai media transfer ilmu saja. Banyak orang yang menilai bawa ini bukanlah tanggungjawab dunia pendidikan.

Justru dengan budaya timur dan nilai-nilai agamis di negeri ini, pendidikan merupakan senjata yang ampuh untuk mencetak generasigenerasi bangsa yang unggul, bertanggung jawab social terhadap lingkungan dan sesame, berdedikasi tinggi, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Yang harus kita pahami adalah bahwa tanggung jawab sosial adalah tanggung jawab moral yang melekat pada setiap diri kita, dan pendidikan adalah sebuah media yang memiliki kesempatan besar untuk mencapai kehausan kita pada perbaikan system di negeri ini. Itulah nafas pendidikan yang seharusnya. Pendidikan, moral, tanggungjawab social, bukanlah hal yang terpisah. Sebagian orang menilai bahwa hal itu tidak menghasilkan nilai eknomis, itu adalah salah besar. Memberikan kesempatan pada anak bangsa, generasi bangsa untuk berkarya dan memupuk langkah membangun negeri melalui pendidikan, moral dan tanggungjawab, adalah sebuah investasi besar di masa datang. Harapan besar bertumpu pada pendidikan kita, membangun sebuah bangsa, sebuah tatanan sosial dan roda kehidupan yang lebih baik.

Sudut pandang dan sikap kita terhadap pendidikan, turut menetukan bagaimna arah pendidikan negeri ini. Pendidikan bukan hanya untuk anak anak pandai dan kaya. Pendidikan adalah sebuah media untuk membantu anak bangsa mengenai dan mengembangkan potensi dirinya. Karena itulah sebuah konsep pebentukan karakter sangat penting dalam dunia pendidikan. Dengan pemebentukan karakter, dunia pendidikan akan menghasilkan generasigenerasi bangsa yang unggul dan bertanggung jawab. Pembentukan karakter merupakan suatu upaya untuk membangun jiwa, tanggung jawab, berkarya dan berinovasi, dan semangat untuk menebar asa kepada sesamanya.

Posted in Uncategorized | 1 Comment

hidupkan sunnah

http://cara-muhammad.com/perilaku/cara-makan/

Posted in Uncategorized | Leave a comment